Samarinda Menghadapi Tantangan Pertumbuhan Penduduk yang Pesat
jurnalharian.com, Kalimantan Timur, saat ini sedang mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, mengungkapkan keprihatinannya mengenai lonjakan jumlah penduduk yang membutuhkan perhatian serius dari Wali Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kaltim. Dalam sebuah wawancara, Darlis menekankan bahwa pertumbuhan penduduk ini dapat menimbulkan berbagai dampak sosial yang kompleks.
Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, jumlah penduduk pada tahun 2021 tercatat sebanyak 831.460 jiwa, mengalami peningkatan minimal sebesar 0,04% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pada tahun 2022, pertumbuhan ini mulai menunjukkan tren yang lebih signifikan, dengan jumlah penduduk mencapai 834.824 jiwa, atau naik 0,41%. Lonjakan paling besar terjadi pada tahun 2023, di mana jumlah penduduk Samarinda melonjak menjadi 861.878 jiwa, meningkat 1,41%.
Darlis mencatat bahwa dalam satu tahun terakhir, dari 2022 ke 2023, penduduk Samarinda bertambah 27.054 jiwa. Ia memperkirakan bahwa pada tahun 2024, angka tersebut dapat mencapai 900.000 jiwa. “Dengan adanya perpindahan ibu kota negara ke Kaltim, kami perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi dampak dari pertumbuhan penduduk ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kapasitas pemerintah kota saat ini tidak memadai untuk menangani semua dampak yang mungkin timbul akibat lonjakan penduduk. “Kami berharap Pemprov Kaltim turut berperan aktif dalam memikirkan solusi untuk masalah yang akan dihadapi oleh Samarinda,” tambah Darlis.
Tanpa dukungan dari pemerintah provinsi, Darlis khawatir bahwa pemerintah kota tidak akan siap menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh migrasi penduduk.(adv)




